Secara praktis penggolongan hotel menurut jenis tamu yang menginap
dibedakan atas dua penggolongan yaitu hotel bisnis (business hotel) dan
hotel wisatawan (tourist hotel) yang juga dikenal dengan istilah resort
hotel. Karena pada umumnya terutama hotel menengah ke atas, juga
memiliki fasilitas kamar-kamar, dilengkapi juga fasilitas untuk meeting,
atau konvensi maupun fasilitas lainnya, misalnya banquet hall. Dengan
kata lain usaha perhotelan mempunyai beberapa kegiatan untuk menyediakan
pelayanan yang baik kepada tamu. Kegiatan utama dari usaha perhotelan
adalah:
1. Menyewakan kamar atau akomodasi
2. Menjual makanan dan minuman
3. Menyewakan fasilitas dan atau menjual pelayanan-pelayanan yang diperlukan oleh para tamu
Penyewaan Akomodasi
kegiatan yang utama dari suatu usaha adalah usaha perhotelan adalah
menyewakan kamar kepada tamu. Untuk bisa memberikan kepuasan kepad para
tamu, keadaan kamar yang disewakan harus berada dalam keadaan bersih,
nyaman, menarik dan aman (terbebas dari berbagai kemungkinan terjadinya
kecelakaan, pencurian dan penyakit). Untuk memenuhi kebutuhan dan
permintaan tamu, hotel menyediakan berbagai jenis kamar dengan fasilitas
yang lengkap.
Jenis-jenis kamar pada dasarnya dibedakan atas:
a. Menurut jenis dan jumlah tempat tidur
1. Single Room: kamar yang dilengkapi dengan satu buah tempat tidur berukuran “single” (untuk 1 orang)
2. Twin Room: kamar yang dilengkapi dengan dua buah tempat tidur berukuran “single”
3. Double Room: kamar yang dilengkapi dengan dua buah tempat tidur berukuran “double” (untuk 2 orang)
4. Double-double Room: kamar yang dilengkapi dengan dua buah tempat tidur berukuran “double” (untuk 2 orang)
b. Menurut letak
1. Adjoining Room: dua kamar atau lebih yang letaknya berdampingan tanpa pintu penghalang dari kamar satu ke kamar yang lain
2. Connecting Room: dua kamar atau lebih yang terletak berdampingan dan
mempunyai pintu penghubung dari kamar satu ke kamar lainnya.
3. Adjacent Room: dua kamar yang letaknya berhadapan
4. Cabana: kamar yang letaknya menghadap ke air laut atau danau, dll.
5. Duplex: dua kamar yang letaknya bertingkat dilambangkan dengan anak tangga.
c. Menurut Fasilitas yang Tersedia
Jenis kamar menurut fasilitas yang tersedia berbeda, dan satu hotel
dengan hotel yang lain. Karena penggolongan jenis kamar ini dikaitkan
dengan harga kamar – makin lengkap makin mahal – makin baik
fasilitasnya, makin mahal harga kamarnya. Contoh jenis kamar menurut
fasilitasnya:
1. Standard room
2. Superior
3. Moderate
4. Suite room
5. Executive suite room
6. Pent home
Adapun fasilitas standard yang terdapat pada masing-masing jenis kamar tersebut adalah:
1. Kamar mandi pribadi (bath room)
2. Tempat tidur (jumlah dan ukurannya sesuai dengan jenis)
3. Ruang tidur
4. Almari pakaian
5. Telepon
6. Radio
7. Meja vias/tulis (dressing table)
8. Rak untuk meletakkan kopert (luggage rack)
9. Asbak, korek api, handuk, alat tulis (stationaris)
Jenis usaha perhotelan dan restoran memiliki sasaran dan target
keuntungan yang ingin dicapai. Setiap jenis usaha biasanya memiliki
dasar falsafah yang dijadikan sebagai suatu (tujuan) panduan dalam
melakukan kegiatan-kegiatannya, dan dasar falsafah yang dimiliki oleh
suatu perubahan identik dengan falsafah yang dimiliki suatu hotel akan
dijadikan suatu dasar untuk menetapkan visi dan misi perubahan.
“Visi” merupakan suatu gambaran ideal yang ingin dicapai oleh perusahaan di masa yang akan datang.
“Misi” adalah suatu perayaan usaha hotel.
Berdasarkan pada visi dan misi tersebut, hotel akan menyusun
sasaran-sasaran yang ingin dicapai dalam bentuk kebijakan-kebijakan,
seperti:
1. Langsa pasar yang ditetapkan untuk dilayani
2. Jenis-jenis produk yang akan ditawarkan
3. Standard produk yang akan dipenuhi
4. Keuntungan yang ingin dicapai oleh perusahaan
5. Hubungan dengan karyawan, pemasok, komunitas dan masyarakat umum
Penjualan makanan dan minuman:
a. Menyediakan beberapa jenis makanan dan minuman seperti masakan Eropa,
Indonesia dan Oriental serta beberapa jenis minuman, seperti: minuman
ringan, minuman beralkohol dan diminuman campuran.
b. Menyediakan beberapa jenis restoran seperti “coffe shop”, “Grill
room”, “Lounge”, “Bar” dan juga menyediakan makanan untuk diantar
kekamar tamu bila diperlukan (room service)
Jenis-jenis Pelayanan lain:
a. Menyediakan beberapa jenis hiburan seperti, klub malam, diskotik
b. Menyediakan beberapa fasilitas olahraga seperti kolam renang, lapangan tenis golf, tempat bermai anak-anak
c. Menyediakan pelayanan pencucian pakaian (dabi/laundry)
d. Menyediakan ruang pertemuan untuk keperluan pesta perkawinan, rapat, dll
e. Meyediakan pelayanan transportasi seperti taksi, bis, dll
f. Menyediakan penyewaan alat pandang dengar untuk keperluan rapat tersebut.
g. Menyewakan ruangan/pelataran untuk kantor-kantor yang memerlukan seperti Biro Perjalanan Bank, dsb
h. Menyediakan fasilitas-fasilitas bisnis seperti pothocopy, telex, fax, jasa, kesekretarisan, dll
Persyaratan pokok usaha perhotelan:
Empat persyaratan pokok usaha perhotelan, yaitu:
1. Fasilitas
2. Produk
3. Persmalia (karyawan)
4. Manajemen
Fasilitas
Fasilitas yang dibutuhkan oleh suatu hotel diantaranya adalah:
a. Mempunyai tempat yang cukup luas untuk tempat parker kendaraan, baik kendaraan tamu dan atau kendaraan karyawan.
b. Lobby, ialah ruangan yang dipergunakan oleh tamu untuk melakukan
aktifitas sementara pada waktu kedatangan dan atau keberangkatan
c. Beberapa jenis kamar dan fasilitas didalamnya
Produk
Terdapat dua produk yang dihasilkan oleh hotel untuk para tamunya, ialah:
1. Produk nyata (tangible products)
2. Produk tidak nyata (intangible products)
Produk nyata
Produk nyata ialah yang dapat dilihat secara ntyata dan siapa untuk memperolehnya diharuskan membayar, seperti;
• Kamar tamu
• Makanan dan minuman
• Dabi
• Ruang pertemuan
• Sarana olahraga dan rekreasi
• Hiburan
• Pertokoan dan perkantoran
• Peralatan pertemuan
• Telepon
• Fasilitas-fasilitas lain yang digunakan oleh para tamu
Produk tidak nyata
Produk tidak nyata ialah semua produk yang tak terlihat secara langsung,
tetapi tamu dapat merasakannya dan untuk memperolehnya tamu harus
membayar, seperti:
1. Pelayanan untuk para tamu
2. Keamanan, pemeliharaan kebersihan dan kesehatan
3. Keramahtamahan, kenyamanan dan sebagainya
Personalia
Usaha hotel juga dapat disebut sebagai usaha pelayanan yang dilakukan
oleh manusia. Oleh karena itu terdapat beberapa persyaratan umum yang
harus dipenuhi bekerja sebagai karywan hotel, ialah:
• Mampu melayani tamu dengan perasaan tulus
• Mempunyai pengetahuan, keterampilan dan perilaku sesuai dengan jabatan pekerjaannya
• Mempunyai ikut rasa memiliki dan rasa tanggung jawab terhadap pekerjaannya
• Harus menyadari bahwa pengembangan karir kerja diotel sangat
tergantung dari banyak sedikitnya tamu yang menggunakan jasa pelayanan
hotel tersebut
Manajemen
Tujuan utama usaha perhotelan adalah untuk memperoleh keuntungan. Untuk
mendapatkan keuntungan tersebut usaha perhotelan memerlukan kelompok
pengelola dengan memanfaatkan atau menggunakan ilmi dan atau ketrampilan
manajemen tertentu.
Oleh karena itu kelompok pengelola tersebut harus memiliki pengetahuan,
keterampilan, pengelolaan dan perilaku yang sesuai dengan bidang
pekerjaannya.
Kelompok pengelola atau tim manajamen tersebut dibawah pengamatan manejer hotel.
Hubungan Usaha Bidang Hotel dengan Usaha BIdang Lain
Dalam kegiatan usaha bidang perhotelan tentunya harus bekerja sama
dengan usaha-usaha bidang lainnya dan tanpa dukungan dari usaha-usaha
bidang lain. Usaha perhotelan tidak akan bertahan hidup.
Hubungan kerja sama dengan usaha-usaha bidang lainnya dilakukan dengan pihak-pihak:
1. Sector umum/pemerintahan
2. Sector swasta
Hubungan kerja sama antara hotel dengan sector umum pemerintahan
bersifat mutlak dan harus dilaksanakan, sedangkan hubungan kerja sama
antara hotel, dengan sektor swasta bersifat tidak mutlak didasarkan pada
“Mutual Benefit”-saling menguntungkan
Hubungan Usaha Perhotelan dengan Usaha-Usaha Lain
Source ; Hotel Industry - Saman Pane
Pages
with Ratih Citraningrum sharing is fun :)
Room section
Pengertian Room Attendant dalam Pelayanan
Seksi kamar (room section) merupakan bagian yang bertugas
dalam hal pemeliharaan kamar–kamar hotel. seperti kebersihan, keindahan,
dan kenyamanan tamu selama tamu berada di hotel tersebut. Room attendant ialah petugas floor section yang menjaga kebersihan, kerapian, kenyamanan dan kelengkapan ka mar-kamar tamu. Room attendant
harus memiliki penampilan baik dan rapi meliputi tingkah laku
kejujuran, sopan santun pada tamu,atasan maupun teman sejawat. Untuk
petugas pria disebut roomboy dan wanita disebut room maid. Selain
unsur–unsur penting itu pihak tata graha khususnya seksi kamar
dituntut untuk memberikan pelayanannya yang istimewa kepada tamu
melalui room attendant sehingga tamu merasa puas selama tinggal di hotel dan diharapkan dapat menjadi pelanggan hotel.
Seksi ini bertanggung jawab terhadap pemeliharaan kamar tamu hotel,
yang meliputi kebersihan, kerapian, keindahan dan kenyamanan tamu di
hotel. selain unsur-unsur penting itu pihak housekeeping
khususnya seksi kamar dituntut untuk memberikan pelayanan sebaik–baiknya
sehingga tamu merasa puas selama tinggal di hotel dan menjadi
pelanggan yang tetap (repeat guest), Untuk melaksanakan tugas dengan
baik seorang roomboy harus mengetahui peraturan atau ketentuan-ketentuan yang berlaku di room section.
Adapun ketentuan-ketentuan antara lain:
1. Mengenakan seragam hotel ,sepatu dan kaus kaki yang ditentukan
2. Selalu tepat waktu dan bila ada halangan diharap memberitahu sebelumnya
3.
Segera melaporkan kepada supervisor atau kantor tata graha jika
menjumpai tamu yang sakit dan hal-hal yang mencurigakan misalnya
pencuri atau skipper.
4. Harus ramah dan member salam pada tamu serta melayani tamu dengan senang hati.
5. Melaporkan pekerjaan yang belum selesai pada shift berikutnya.
6. Melaporkan dan membawa lost and found kepada supervior.
7. Dilarang meninggalkan roomboy station atau tempat tugas tanpa izin supervisor.
8. Dilarang mengobrol dengan sesama karyawan ataupun tamu.
9. Dilarang merokok dan berbicara keras-keras ditempat tugas sehingga mengganggu kenyaman tamu.
10. Dilarang menghidupkan radio atau nonton tv di kamar.
11. Dilarang mengajak teman berkunjung kedalam hotel.
12. Dilarang membawa barang atau apapun tanpa izin.
13. Dilarang mengunakan lift tamu.
14. Dilarang menyimpan barang yang bukan milik pribadi.
15. Dilarang meninggalkan hotel dengan seragam dan membawa kunci kamar (pass key)
Tugas dan Tanggung Jawab Room Attendant dalam Pelayanan
Room attendant merupakan petugas hotel yang berada pada seksi kamar yang berhubungan langsung dengan tamu (front of the house). Tugas dari room attendant dapat dikatakan rumit dan berat karena complain yang datang dari tamu banyak sekali hubunganya dengan kamar dan baik atau buruknya kamar hotel tergantung dari kualitas room attendant hotel
tersebut. Harus diingat, bahwa pada tamu masuk kamar, pandangan
pertamanya akan ditunjukkan pada kerapian tempat tidur. Mereka akan
mendapatkan kesan yang pertama atas hotel secara keseluruhan hanya
dengan melihat kerapian tempat tidur tersebut.
Adapun tugas dan tanggung jawab room attendant dalam pelayanan adalah sebagai berikut.
1. Mengelola kamar yang
menjadi tanggung jawabnya ( dalam arti yang luas ) baik atau buruknya
kamar sangat tergantung pada room attendant, mulai dari ketelitian, kerajinan maupun kualitas. Seorang room attendant yang rajin, teliti,
dan terampil dalam
melaksankan pekerjaannya akan dapat menghasilkan kamar yang bersih,
rapi, lengkap dan nyaman. Oleh sebab itu room attendant harus mengerjakan kamar dengan teliti dan memeriksa semua perlengkapan yang ada di dalamnya.
2.
Melayani tamu. Di dalam memberikan pelayanan kepada para tamu tidak dibatasi
waktunnya, sebab
setiap saat tamu dapat meminta pelayanan, baik pagi, siang, sore, maupun
malam hari.
Pelayanan memiliki defenisi sebagai suatu usaha yang dilakukan oleh manusia
dan untuk manusia, dalam rangka memenuhi
kebutuhan - kebutuhan serta tujuan - tujuannya sehingga membuat
tamu merasa puas. Agar tamu dapat merasa puas maka room attendant harus dapat memeberikan pelayanan yang berkualitas.
Pelayanan terdiri dari lima dimensi, yaitu sebagai berikut.
3. Menjalin kerja sama dengan sesama room attendant dan seksi – seksi lain yang berada di housekepping
department, bahkan dengan seksi yang berada di
department lain. Hal ini
perlu dilaksanakan karena industri hotel merupakan satu kesatuan yang
tidak dapat dipisahkan yang terdiri dari beberapa department yang
masih memiliki hubungan yang erat dan tidak dapat
berjalan dengan sendirinya.
Untuk melaksnakan tugas pelayanannya, room attendant dalam kesehariannya dibagi menjadi tiga shift dalam pelaksannannya, yaitu :
1. Morning Shift :Pukul 08.00 – 16.00
2. Evening Shift :Pukul 16.00 – 00.00
3. Night Shift :Pukul 00.00 – 08.00
Ruang lingkup Operasional Pelayanan Room Attendant
Room Attendant dipimpin oleh Floor Capatain yang bertanggung jawab langsung kepada Executive Housekeeper.
Floor Captain bertanggung jawab akan kelancaran tugas operasional pemeliharaan dan kebersihan kamar tamu yang dilaksanakan oleh Room Attendant. Ruang lingkup yang menjadi tanggung jawab pelayanan Room Attendant adalah kamar – kamar tamu dengan mempersiapkan kamar tamu untuk siap dijual (ready for sale). Untuk melaksanakan tugas dengan baik seorang Room Attendant harus mengetahui ketentuan – ketentuan yang berlaku di Room Section sehingga setiap room Attendant dapat melaksanakan tugasnya dengan baik yang nantinya akan mendatangkan kepuasan kepada tamu dengan pihak hotel.
Menentukan Pembersihan Kamar
- Mulai dari permintaan tamu (request early cleaning)
- Kamar-kamar dengan code VIP
- Kamar dengan tanda “Service” atau “Please make up my room“
- Kamar kosong dengan status kotor (vacant dirty)
- Kamar yang masih ada tamunya (occupaid / stayovers)
- Kamar dengan status expected departure (ED)
Namun kondisi hotel dengan occupancy tinggi, biasanya housekeeping akan menguamakan kamar yang status vacant dirty menjadi prioritas utama untuk dibersihkan agar kamar tersebut dapat dijual ke tamu yang lain.
Hotel menyediakan banyak fasilitas untuk memanjakan pelanggannya
dengan memberi rasa nyaman dan aman agar pelanggan merasa betah. Room
mempunyai kontribusi yang sangat besar untuk meningkatkan image hotel
secara keseluruhan. oleh sebab itu, room yang dijual kepada tamu harus
dijaga dan dirawat kebersihannya.
Dalam hal ini, Room Attendant berperan penting untuk
meningkatkan image hotel terhadap pelanggan dengan cara menyediakan,
mempersiapkan dan menjaga kebersihan setiap kamar tamu. Kondisi kamar
dapat menyampaikan suatu pesan dan buruknya karyawan dalam mempersiapkan
kamar yang nyaman dan bersih bagi tamu.
Selain kebersihan, kecepatan untuk menyediakan kamar bersih juga memberikan nilai tambah bagi housekeeping. Ketersediaan kamar akan mengindari tamu untuk menunggu pada saat check in. Oleh sebab itu, Ketika room attendant telah selesai membersihkan suatu kamar maka Floor Supervisor harus me-release status kamar tersebut secepatnya. Jangan menunda!.
Prosedur pembersihan kamar perlu diperhatikan sedemikian rupa untuk
memastikan semua bagian di dalam kamar tidak ada yang terlewatkan.
Pembersihan harus dilakukan secara detail termasuk kerapian, kelengkapan
amenities dan kebersihan. Pekerjaan utama dalam proses pembersihan
kamar terdiri dari preperation (persiapan), process (pembersihan) dan finishing (pengecekan).
1. Persiapan
Pada tahap persiapan ini, room Attendant melakukan persiapan sebagai berikut :
Pada tahap persiapan ini, room Attendant melakukan persiapan sebagai berikut :
1. Melapor ke housekeeping office dengan menandatangani daftar hadir (attendance record) pada kolom Time In.
2. Mengambil room assignment sheet yang merupakan daftar kamar-kamar yang harus dikerjakan oleh room attendant. room assignment sheet ini dipersiapkan oleh floor supervisor untuk mengatur alokasi room atttendant dalam pembersihan semua kamar di hotel.
3. Mengambil kunci kamar (Master key) sesuai dengan daftar kamar pada room assignment sheet kemudian menandatangani pada “key log book” pada kolom Key Out.
4. Mengikuti “Morning briefing” yang dipimpin oleh supervisor untuk mendapatkan informasi mengenai aktivitas hotel misalnya : EA, ED, VIP, dan lain-lain.
5. Room attendant menuju section masing-masing sesuai dengan lantainya kemudian mengambil “trolley” sebagai tempat penyimpanan semua peralatan penunjang kamar.
6. Kemudian, mengecek semua kamar untuk memastikan status kamar
sesuai dari system komputer sama dengan status fisik. Selain itu, tujuan
lainnya adalah mengecek laundry tamu, mengecek kamar yang ada tanda “SERVICE dan DND” dan sebagai laporan untuk room discrepancy
7. Hasil pengecekan fisik ini akan dilaporkan ke floor supervisor sabagai laporan morning housekeeping report setelah dikumpulkan dari semua room attendant yang bertugas.
8. Room attendant sudah siap melakukan pembersihan kamar. biasanya akan dimuali dari kamar-kamar yang ada tanda “service”.
2. Pembersihan
Pada tahap ini, room attendant sudah siap membersihkan kamar tamu, Prosedur pembersihan yang dilakukan meliputi hal-hal sebagai berikut :
Pada tahap ini, room attendant sudah siap membersihkan kamar tamu, Prosedur pembersihan yang dilakukan meliputi hal-hal sebagai berikut :
a. Entering the guestroom
§ Bell kamar kemudian sebutkan “Housekeeping”, bila tidak ada respon ulangi lagi. Jika juga tidak ada respon, buka pintu perlahan sambil mengatakan housekeeping.
§ Jika ada respon dari dalam, tunggu hingga pintu dibuka oleh tamu kemudian minta ijin apakah kamarnya dapat dibersihkan.
b. Begining Task
§ Bawa masuk caddy tray dan linen bersih ke dalam kamar. letakkan caddy ke bathroom dan linen diatas luggage rack.
§ Buka curtain supaya penerangan di dalam kamar lebih terang. Buka
jendela untuk sirkulasi udara segar (beberapa hotel jendela tidak dapat
dibuka dengan alasan keamanan).
§ Bawa gelas, ashtray, cangkir ke basin di bathroom. bila ada tray dar room service hubungi room service untuk pick up.
§ Bersihkan tempat sampah dan buang sampah tersebut ke rubbish bag di trolley.
§ Periksa semua ruangan untuk melihat apakah ada barang-barang tamu yang tertinggal.
c. Stripping the bed
§ Pindahkan bila ada barang / pakaian tamu ke tempat, setelah selesai making kembalikan ke posisi awal.
§ Lepaskan sarung bantal satu per satu kemudian letakkan bantal diatas meja/sofa.
§ Tarik sheet kotor satu per satu agar barang yang ada di bed tersebut tidak terbawa ke laundry.
§ Pindahkan semua linen kotor ke linen bag pada trolley.
d. Making the bed
§ Periksa kebersihan bed pad, ganti bila kotor.
§ Letakkan sheet pertama di tengah bed, kemudian kunci masing-masing sudutnya dengan membentuk sudut 45 derajat.
§ Letakkan duvet cover seperti sheet pertama, ujung atas duvet sejajar dengan tepi bed, kemudian rapikan hingga terlihat kencang.
§ Letakkan bantal yang sudah dipasang sarung bantal pada ujung bed dekat head board.
§ letakkan bed runner sebelah bawah dari bed.
e. Dusting
§ Proses dusting sebaiknya dilakukan secara terarah (se-arah jarum
jam) untuk memastikan semua furniture tidak ada yang terlewatkan
termasuk door entrance, skirting, desk table, chairs, window frame, coffee table, bed side table, wardrobe, dan lain-lain.
§ Lengkapi semua guest amenities yang dipakai oleh tamu dengan yang baru sebagai syarat kelengkapan kamar.
f. Cleaning the bathroom
§ Bersihkan Glass tumbler yang kotor.
§ Bersihkan toilet, bathtup, shower, basin dan mirror.
§ Ganti towel yang kotor dengan yang bersih sesuai dengan standar.
§ Ganti dengan yang baru semua amenities yang dipakai. letakkan sesuai dengan standar.
§ Bersihkan lantai kamar mandi, pastikan bahwa rambut tidak ada yang tertinggal.
g. Vacuuming the room
Vacuum lantai dari area yang paling jauh dari pintu dengan cara
berjalan mundur. pastikan semua permukaan lantai tidak ada yang
terlewatkan.
3. Pengecekan
Pada tahap ini, room attendant memeriksa ulang kamar yang telah dibersihkan agar kamar tersebut sesuai dengan standar.
Adapun prosedure pengeceken meliputi :
Pada tahap ini, room attendant memeriksa ulang kamar yang telah dibersihkan agar kamar tersebut sesuai dengan standar.
Adapun prosedure pengeceken meliputi :
1. Kebersihan merupakan tujuan dari proses pembersihan, target kebersihan termasuk wall, furnitures, paintings, lamps, floor, linen, dan ceiling.
2. Kerapihan merupakan pengaturan terhadap semua peralatan didalam kamar agar tertata baik dan rapi agar kelihatan menarik.
3. Kelengkapan merupakan proses pengecekan terhadap semua amenities dan linens yang menjadi standar dari kamar tersebut dilengkapi setelah dipakai oleh tamu.
4. Kerusakan bertujuan untuk memastikan semua perlengkapan di
kamar dapat berfungsi dengan baik, misalnya lampu yang mati, remot
control, furniture yang tergores, dan lain-lain.
5. Kesegaran merupakan proses pengecekan terhadap kesegaran kamar. kamar yang baik adalah “fresh” bukan bau rokok, bau parfurm, dan lain-lain
System komputerisasi yang dipergunakan dalam operasional hotel
bertujuan untuk memperlancar dan mempermudah proses operasi suatu
hotel, yaitu teknologi komputerisasi yang mampu menawarkan berbagai
kelebihan dibandingkan cara-cara konvensional sehingga pengelolaan hotel
menjadi lebih mudah, simple dan minimal kesalahan
Software Hotel banyak di kempangkan oleh ahli-ahli IT yang satu sama lain mempunyai kelebihan masing masing dengan harga yang bervariasi. Software hotel seharusnya memberikan solusi bagi semua kebutuhan operasional suatu hotel. Beberapa hotel software yang terkenal dan banyak dipergunakan adalah opera, Fidelio,Myoh, His, dan lain-lain.
Pada tulisan ini, pembahasan yang dibuat merupakan istilah- istilah umum yang sering dipakai dalam operasional hotel mengenai code dan pengertian dari room status, antara lain:
Software Hotel banyak di kempangkan oleh ahli-ahli IT yang satu sama lain mempunyai kelebihan masing masing dengan harga yang bervariasi. Software hotel seharusnya memberikan solusi bagi semua kebutuhan operasional suatu hotel. Beberapa hotel software yang terkenal dan banyak dipergunakan adalah opera, Fidelio,Myoh, His, dan lain-lain.
Pada tulisan ini, pembahasan yang dibuat merupakan istilah- istilah umum yang sering dipakai dalam operasional hotel mengenai code dan pengertian dari room status, antara lain:
| Code | Description | Remarks |
| O | Occupeid | Suatu kamar yang sedang ditempati oleh sesorang secara sah dan teregister sebagai tamu hotel. |
| OC | Occupeid Clean | Suatu kamar yang sedang ditempati oleh sesorang secara sah dan teregister sebagai tamu hotel pada kamar yang bersih |
| OD | Occupeid Dirty | Suatu kamar yang sedang ditempati oleh sesorang secara sah dan teregister sebagai tamu hotel pada kamar yang kotor. Ini terjadi akibat perubahan status dari OC ke OD setelah melewati satu malam stay. |
| V | Vacant | Sebutan bagi kamar yang kosong |
| VC | Vacant Clean | Kamar yang kosong dengan keadaan bersih |
| VD | Vacant Dirty | Kamar yang kosong dengan keadaan kotor. kamar kotor dapat terjadi karena tamu yang sudah check out atau program cleaning dari housekeeping |
| VCI | Vacant Clean Inspected | Kamar kosong yang sudah dibersihkan dan diperiksa oleh floor supervisor dan siap untuk menerima tamu (dijual) |
| Comp | Compliment | Kamar yang terigester oleh seorang tamu, namun kamar tersebut free of charge (gratis) |
| HU | House Use | Kamar yang teregister atas nama seseorang dari manajemen atau karyawan yang dipergunakan sebagai tempat tinggalnya. |
| DND | Do not Disturb | Suatu tanda yang dibuat oleh tamu untuk tidak diganggu. |
| SO | Sleep Out | Seorang tamu yang masih teregister, namun kamar tidak dipergunakan karena tamu tesebut harus meninggalkan hotel beberapa hari. |
| Skip | Skipper | Tamu meninggalkan hotel sebelum melunasi semua kewajibannya |
| OS | Out of Service | Kamar yang memerlukan perbaikan ringan, biasanya lama perbaikan kurang dari satu hari, status ini dapat terjadi karena kerusakan atau program cleaning dari housekeeping. Out of service tidak mengurangi room availability. |
| OO | Out of Order | Kamar yang memerlukan perbaikan yang serius, biasanya lama perbaikan lebih dari satu hari. Status ini dapat terjadi karena kerusakan di kamar atau progam cleaning dari housekeeping. Out of order mengurangi room availability. |
| DO ED | Due Out / Expected Departure | Daftar kamar-kamar yang diharapkan untuk check-out hari ini sesuai dengan tanggal departure |
| EA | Expected Arrival | Daftar nama-nama tamu yang diharapkan tiba hari ini |
| CO | Check Out | Tamu yang sudah meninggalkan hotel hari ini setelah melunasi semua kewajibannya termasuk menyerahkan kunci yang dipakai ke front office |
| LCO | Late Check Out | Permintaan tamu untuk meninggalkan hotel lebih lambat dari waktu check out yang ditentukan. |
| ONL | Occupeid no Luggage | Seorang tamu yang masih teregister pada suatu kamar tanpa suatu barang apapun di dalamnya. |
| DL | Double Lock | Permintaan tamu ke pihak hotel untuk melakukan double lock sehingga tidak seorangpun dapat masuk ke kamar tersebut. |
Departemen-departemen dalam Hotel berbintang 5(*****)
Secara umum hotel berbintang lima biasanya memiliki 9 Departemen, antara lain sebagai berikut :
1. Front Office Department
Front Office Department
adalah departemen hotel yang tugasnya berhubugan lagsung dengan tamu,
menerima pemesanan kamar tamu, menerima pendaftaran tamu, maupun
memberikan informasi yang diinginkan tamu. Departemen ini merupakan
kesan prtama bagi tamu ketika tamu hendak check in.
Adapun seksi-seksi di Front Office Departement adalah sebagai berikut :
a. Reservation
b. Reception
c. Telephone Operator
d. Front Office Cashier
e. Uniform Service/Concierge
f. Information section
g. Guest Relation Officer
2. Food and Beverage Department
Food and Beverage department
adalah departemen hotel yang menangani hal-hal yang berkaitan dengan
mengolah menyediakan makanan dan minuman serta bertugas memberikan
pelayanan kepada tamu pada saat makan di restaurant. Food & Beverage Department dibagi beberapa bagian diantara lain :
a. Food & Beverage Production
Food & Beverage Production adalah suatu bagian yang bertugas mengolah bahan makanan menjadi bahan matang untuk disediakan kepada para tamunya.
b. Food & Beverage Service
Food & Beverage Service adalah suatu bentuk pelayanan berupa pengantaran order tamu. Food & Beverage Service dibagi menjadi dua bagian lagi yaitu
1) Food Service
2) Beverage Service
3. Housekeeping Department
Housekeeping department
adalah departemen hotel yang bertanggung jawab atas seluruh kebersihan
hotel baik dalam ruangan maupun public area serta membersihkan berbagai
fasilitas hotel. Housekeeping terbagi atas beberapa seksi antara lain :
a. Floor Section
b. Public Area Section
c. Linen/uniform Section
d. Laundry section
1) Valet
2) Washer
3) Presser
4) Marker
5) Checker
e. Gardener section
f. Florist section
g. Recreation / swimmimg pool section
4. Accounting departement
Accounting departement
adalah suatu departemen hotel yang bertanggung jawab atas masalah
administrasi hotel baik pengeluaran maupun pendapatan keuangan di hotel.
5. Personalia/HRD Department
Personalia
Departemen adalah suatu departemen hotel yang bertugas menerima dan
menempatkan karyawan/trainee. serta menangani masalah yang dihadapi
karyawan.
6. Engineering Department
Engineering Department
adalah suatu departemen hotel yang bertanggung jawab untuk menangani
perawatan maupun perbaikan atas semua alat-alat serta mesin yang ada di
hotel apabila mengalami kerusakan.
7. Marketing department
Marketting departement
adalah suatu bagian yang bertugas memasarkan hotel kepada masyarakat
maupun pelanggan agar setiap tahunnya mengalami peningkatan atas
tamu-tamu yang menginap dan menggunakan fasilitas-fasilitas hotel.
8. Purchasing department
Purchasing
departemen adalah suatu bagian yang bertanggung jawab atas keseluruhan
pembelian pengadaan serta semua kebutuhan hotel.
9. Security Department
Security Department adalah suatu bagian yang bertugas menjaga keamanan hotel maupun tamu selama menginap (24 jam)
Pelayanan Prima
A. Pengertian
1. Pelayanan
Secara etimologis, Kamus Besar Bahasa Indonesia
(Dahlan, dkk.,) menyatakan pelayanan ialah ”usaha melayani kebutuhan orang
lain”. Pelayanan pada dasarnya adalah kegiatan yang ditawarkan kepada konsumen
atau pelanggan yang dilayani, yang bersifat tidak berwujud dan tidak dapat
dimiliki. Normann menyatakan karakteristik pelayanan sebagai berikut:
a. Pelayanan bersifat tidak dapat diraba,
pelayanan sangat berlawanan sifatnya dengan barang jadi.
b. Pelayanan pada kenyataannya terdiri dari
tindakan nyata.
c. Kegiatan produksi dan konsumsi dalam pelayanan
tidak dapat dipisahkan secara nyata
Ada tiga fungsi pelayanan umum (publik) yang dilakukan
pemerintah yaitu environmental
service, development servicedan protective
service. Pelayanan oleh pemerintah juga
dibedakan berdasarkan siapa yang menikmati atau menerima dampak layanan baik
individu maupun kelompok. Konsep barang layanan pada dasarnya terdiri dari
barang layanan privat (private goods) dan barang layanan kolektif (public
goods).
2. Pelayanan Prima
Pelayanan prima merupakan terjemahan istilah ”excellent
service” yang secara harfiah berarti pelayanan terbaik atau sangat baik.
Disebut sangat baik atau terbaik karena sesuai dengan standar pelayanan yang
berlaku atau dimiliki instansi pemberi pelayanan. Agenda perilaku pelayanan
sektor publik menyatakan bahwa pelayanan
prima adalah:
a. Pelayanan yang terbaik dari pemerintah kepada
pelanggan atau pengguna jasa.
b. Pelayanan prima ada bila ada standar pelayanan.
c. Pelanggan
adalah masyarakat dalam arti luas; masyarakat eksternal dan internal.
Pelayanan umum dapat
diartikan memproses pelayanan kepada masyarakat /customer, baik berupa
barang atau jasa melalui tahapan, prosedur, persyaratan-persyaratan, waktu dan
pembiayaan yang dilakukan secara transparan untuk mencapai kepuasan sebagaimana
visi yang telah ditetapkan dalam organisasi.
3. Standar Pelayanan.
Standar pelayanan merupakan ukuran yang telah
ditentukan sebagai suatu pembakuan pelayanan yang baik. Standar pelayanan
mengandung baku mutu pelayanan. Pengertian mutu menurut Goetsch dan Davis
merupakan kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses
dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan pihak yang menginginkannya.
Dalam teori pelayanan publik, SPM adalah tolok ukur yang dipergunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan pelayanan dan acuan penilaian kualitas pelayanan sebagai komitmen
atau janji dari penyelenggara negara kepada masyarakat untuk memberikan
pelayanan yang berkualitas.
Jika suatu instansi belum memiliki standar pelayanan,
maka pelayanan disebut prima jika mampu memuaskan pelanggan atau sesuai harapan
pelanggan. Instansi yang belum memiliki standar pelayanan perlu menyusun
standar pelayanan sesuai tugas dan fungsinya agar tingkat keprimaan pelayanan
dapat diukur. \ Bersandarkan pada SPM ini, seharusnya pelayanan
publik yang diberikan (pelayanan prima) oleh birokrasi pemerintah memiliki ciri
sebagaimana dirumuskan dalam kebijakan strategis melalui Keputusan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) Nomor 63/Kep/M.PAN/7/2003 (Menpan, 2003:2)
tentang Pedoman Umum Penyelenggaraaan Pelayanan Publik yang meliputi
Kesederhanaan, Kejelasan, Akurasi, Keamanan, Tanggung Jawab, Kelengkapan Sarana
dan Prasarana, Kedisiplinan, Kesopanan dan Keramahan.
4. Proses
Pelayanan
Pelayanan merupakan suatu proses. Proses tersebut
menghasilkan suatu produk yang berupa pelayanan kemudian diberikan kepada
pelanggan. Pelayanan dapat dibedakan menjadi tiga kelompok
a. Core service
Core
service adalah pelayanan yang diberikan kepada pelanggan sebagai
produk utamanya. Misalnya untuk hotel berupa
penyediaan kamar. Perusahaan dapat memiliki beberapa core service,misalnya
perusahaan penerbangan menawarkan penerbangan dalam negeri dan luar negeri.
b. Facilitating service
Facilitating
service adalah fasilitas pelayanan tambahan kepada pelanggan.
Misalnya pelayanan “check in” dalam penerbangan. Facilitating servicemerupakan
pelayanan tambahan yang wajib.
c. Supporting service
Supporting
service adalah pelayanan tambahan untuk meningkatkan nilai
pelayanan atau membedakan dengan pelayanan pesaing. Misalnya restoran di suatu
hotel.
Janji pelayanan (service offering) merupakan
suatu proses yaitu interaksi antara pembeli (pelanggan) dan penjual (penyedia
layanan). Pelayanan meliputi berbagai bentuk. Pelayanan perlu ditawarkan agar
dikenal dan menarik perhatian pelanggan.
B. Tujuan dan Manfaat
Tujuan pelayanan prima adalah memberikan pelayanan
yang dapat memenuhi dan memuaskan pelanggan atau masyarakat serta memberikan
fokus pelayanan kepada pelanggan. Pelayanan prima dalam sektor publik
didasarkan pada aksioma bahwa “pelayanan adalah pemberdayaan”. Pelayanan pada
sektor bisnis berorientasi profit, sedangkan pelayanan prima pada sektor publik
bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat secara sangat baik atau terbaik.
Perbaikan pelayanan sektor
publik merupakan kebutuhan yang mendesak sebagai kunci keberhasilan reformasi
administrasi negara Penyedia layanan, pelanggan atau stakeholder dalam
kegiatan pelayanan akan memiliki acuan tentang bentuk, alasan, waktu, tempat
dan proses pelayanan yang seharusnya
Laundry
A. Pengertian Laundry
Laundry
merupakan suatu bagian dari departemen housekeeping yang bertugas dan
bertanggung jawab untuk memperoses semua aktivitas pencucian baik untuk
keperluan operasional hotel maupun tamu hotel. Aktivitas pencucian untuk
hotel antara lain linens seperti sheets, towels, tablecloths, napkins,
uniforms dan lain-lain sedangkan kebutuhan tamu untuk mencuci pakaian
mereka selama menginap di hotel. Guest laundry ini memungkinkan hotel
untuk mendapat tambahan revenue selain dari kamar dan Food and
Beverage. Bahkan Laundry juga menerima pencucuian dari luar hotel baik
secara pribadi maupun institusi seperti appartement, cafe, fitness
center dan lain-lain. Secara umum, jenis dan cara pencucian di laundry
terdiri dari 2 cara, yaitu :
1. Secara Laundry Normal
Proses
pencucian untuk menghilangkan kotoran dan noda pada kain dengan memakai
air dan bahan kimia pencuci, baik dengan menggunakan mesin maupun
tangan.
2. Secara Dry Cleaning
Proses
pencucian untuk menghilangkan kotoran dan noda pada kain dengan
mempergunakan bahan kimia dan mesin khusus. Biasanya bahan kimia yang
digunakan pada mesin dry cleaning adalah Solvent Perchlorothylene.
Laundry adalah makanan sehari-hari di dalam operasional di bagian laundry. Hal itu disebabkan karena linen
adalah persediaan perlengkapan kamar atau room supplies yang
dikategorikan sebagai barang persediaan yang dapat diolah/diproses
kembali (recycled inventory item). Oleh karena itu persediaan linan
berada dibawah tanggung jawab Executive Housekeeper dan biaya yang
dikeluarkan untuk pengadaan serta pemeliharaan linen adalah terbesar
kedua di bagian Tata Graha setelah gaji karyawan Sehingga jenis-jenis
linen pun ada berbagai macam yang perlu diketahui yaitu:
1. Linen kamar tidur (bed linen) terdiri dari: Sprei (sheet), Sarung bantal (pillow case). - Selimut (blanket). - Penutup tempat tidur (Bed Cover). - Tilam Kasur (mattress pad).
2.
Linen kamar mandi: Handuk mandi (bath towel). - Handuk tangan (hand
towel). - Handuk muka (face towel). - Alas kaki/keset (bath mat).
3.
Linen restoran: - Taplak meja (table cloth). - Serbet tamu (Guest
Napkin). - Tutup nampan (Tray Cloth). - Serbet untuk servis (Service
Napkin), dsb.
B. Peralatan dan Obat – obat Pembersih Yang Digunakan Oleh Bagian Laundry
Untuk
dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, bagian laundry memerlukan
mesin-mesin yang berhubungan dengan pencucian. mesin-mesin itu adalah
sebagai berikut:
a.
Marker Machine (Mesin Pemberi Tanda) Marker machine adalah mesin yang
bekerja secara otomatis, memberi tanda pada cucian tamu. Mesin ini dapat
mencetak nomor kamar, nomor urut pada pita kecil dan menempelkannya
pada cucian tamu. Tanda ini untuk menghindari hilangnya cucian milik
tamu atau cucian tertukar. Fauzar Ikhsan : Kinerja Section Laundry
Terhadap Tingkat Kepuasan Tamu Di Best Western Hotel Asean Internasional
Medan, 2009. USU Repository © 2009
b.
Washing Machine (Mesin Cuci) Washing machine adalah mesin untuk mencuci
pakaian dan linan kotor. Pada proses pencucian digunakan obat pembersih
yaitu sabun dan deterjen. Mesin ini secara otomatis menghilangkan
kotoran dan membilas dengan air hingga bersih.
c.
Extractor Machine (Mesin Pemeras Cucian) Mesin ini bekerja secara
otomatis memeras cucian yang selesai dicuci. Cucian itu menjadi lembab,
sehingga mudah dalam proses pengeringan di mesin tumbler (pemeras).
Petugas yang menjalankan mesin pemeras cucian ini harus menutup
pintunya. Sebelumnya harus ditutup kain penutup (terpal) agar cucian
yang diperas tidak keluar.
d. Tumbler Machine (Mesin Pengering) Mesin ini bekerja secara otomatis mengeringkan cucian-cucian yang sudah diperas.
e. Pressing (Setrika Press) Mesin ini berguna untuk memperhalus dan merapikan cucian.
f.
Flat Roll Ironer (Setrika khusus linen-linen berbentuk lembaran) Mesin
ini bekerja secara otomatis menyetrika linan-linan hotel, yang merupakan
lembaran-lembaran. Misalnya, sheet (sprei), pillow case(sarung bantal),
taplak meja, dan napkin (kain serbet).
g.
Ironer (Setrika Tangan) Ironer adalah mesin setrika tangan yang
dipergunakan seperti setrika biasa. Mesin ini dihubungkan dengan aliran
uap panas sehingga sangat praktis dipakai.
Dalam
pencucian, kadang-kadang diperlukan obat pembersih tertentu untuk
menolong dalam membersihkan pakaian, misalnya pakaian yang terkena
noda-noda tertentu. Obat pembersih (chemical) ini terdiri dari liquid
soap, deterjen, bleach, dan softener. Berikut adalah penjabaran untuk
setiap obat-obat pembersih (chemicals) yang diperlukan diatas yaitu:
C. Tahap – Tahap/ Proses Laundry
Sebelum
masuk ke dalam tahap-tahap/proses/siklus laundry, kita pahami terlebih
dahulu pengertian proses pencucian itu sendiri yaitu "suatu proses
pembersihan suatu benda dengan jalan mengeluarkan atau melepaskan
partikel-partikel atau pengotor yang bersangkutan" Kemudian proses
pencucian itu sendiri memiliki tujuan yaitu untuk:
a. Menghilangkan kotoran dan noda yang melekat pada tekstil
b. Menjaga agar tekstil terbebas dari kuman
c. Menjaga tekstil agar tetap cemerlang
d. Menjaga agar sifat asli dari tekstil tetap bertahan, misalnya:anyaman, cahaya,warna, dan lain-lain.
e. Mencegah agar tekstil tidak cepat rusak, baik oleh bahan kimia, gerakan mesin, temperatur pencucian, dan lain-lain.
Proses/siklus operasional laundry secara lengkap adalah sebagai berikut:
1.
Mengumpulkan semua linen-linen yang kotor dari semua outlet. Seksi yang
bertugas memilah-milah semua linen-linen yang ada kemudian petugas
sebisa mungkin meletakkan linen-linen yang ada pada container yang
terpisah untuk masing-masing jenis untuk memudahkan proses pengerjaan,
sehingga perhatian bagian laundry lebih terfokus pada linan-linan atau
pakaian-pakaian yang membutuhkan pre-treatment secepatnya.
2.
Sortir Sewaktu berada di ruang pencucian, linen harus dipilah-pilah
berdasarkan jenis dan kesiapannya untuk dicuci. Karena setiap jenis
pakaian atau linen membutuhkan temperatur air dan campuran chemical yang
berbeda, linen-linen harus hati-hati sebelum dimasukkan ke pencucian.
3.
Perhatikan pada noda-noda sebelum memasukkan linen-linen ke pencucian,
perhatian khusus harus pada jenis noda yang sulit untuk dihilangkan
sebelum merendam dan memproses lebih lanjut.
4.
Memasukkan cucian ke dalam mesin cuci dan pengering memiliki kapasitas
maksimum yang diperbolehkan seperti contohnya adalah sebuah mesin
35-pound memiliki kapasitas kain yang masuk sekitar 35-pound dari
kain-kain yang kering.
5.
Mencuci/Memeras Setelah memasukkan semua linan yang sudah dipilah-pilah
dan diperhatikan serta yang membutuhkan perhatian khusus maka dicuci
dan diperas.
6.
Mengeringkan cucian yang sudah diperas dan menjadi lembab dipindahkan
ke dalam mesin pengering yang disebut tumbler. Dalam mesin ini cucian
yang lembab diberi udara panas sehingga cucian menjadi kering.
7. Menyetrika Cucian yang sudah kering disetrika dengan mesin press, ironer atau flat roll ironer.
8. Melipat Linen-linen seharusnya dilipat secepatnya setelah pengeringan atau penyetrikaan untuk menghindari lecek.
9.
Menyetor/Mendistibusikan ke Outlet masing-masing Sewaktu linen-linen
sudah dilipat dan diusahakan sebisa mungkin tidak terpegang dengan
tangan terlalu sering. Linen-linen yang sudah selesai harus dikembalikan
ke rak-rak yang sudah tersedia sehingga siap untuk dipakai. Begitu
dengan pakaian milik tamu juga harus di kembalikan.
Setelah
dari proses diatas bagian laundry harus melakukan persediaan beberapa
linen agar pelayan dapat dilakukan secara akurat dan memuaskan.
D. Laundry Section Beserta Tugasnya
Seksi-seksi yang ada di bagian laundry adalah sebagai berikut:
1. Seksi Kantor Binatu (Laundry Office) Seksi ini bertanggung jawab atas kelancaran tugas dan administrasi di binatu.
2.
Seksi Counter Seksi ini bertanggung jawab atas kelancaran penerimaan
dan pengembalian cucian bersih kepada tamu luar hotel yang mencuci
outside laundry counter.
3.
Deliver Valet (Pengambil Cucian) Deliver adalah petugas yang
bertanggung jawab atas pengambilan cucian cucian kotor ke laundry dan
pengiriman cucian bersih kepada tamu di kamar. Semua cucian yang diantar
harus sesuai dengan laundry list (daftar laundry).
4.
Order Taker (Pengambil Pesanan) Petugas ini bertanggung jawab atas
order permintaan pencucian dari tamu lewat telepon. Setelah order taker
menerima permintaan dari tamu maka order taker mencatat pada order taker
mencatat pada order taker book dan memberitahukan kepada valet agar
mengambil cucian tersebut.
5. Checker (Pengecek) Petugas ini bertanggung jawab memeriksa jumlah dan jenis cucian agar sesuai dengan laundry list.
6.
Marker (Penyortir) Seksi ini bertanggung jawab memberi tanda/kode pada
cucian agar cucian tersebut mudah penanganannya saat pengembalian serta
tidak terjadi kesalahan.
7.
Washer (Pencuci) Seksi ini bertanggung jawab pada pencucian pakaian
yang dilakukan secara laundry yaitu menggunakan air dan obat pencuci.
8. Dry Cleaning (Pencucian secara kering) Seksi ini bertanggung jawab pada pencucian yang dicuci secara dry cleaning .
9.
Ironer (Penyetrika linen-linen) Seksi ironer adalah seksi yang
bertanggung jawab pada penyetrikaan cucian yang berbentuk lembaran,
seperti sprei, sarung bantal, taplak meja, dan serbet.
10.
Finisher (Penyelesai) Finisher adalah seksi yang bertanggung jawab
menyelesaikan pengepresan dan penyetrikaan pakaian tamu setelah selesai
dikeringkan. Bila ada cucian yang belum bersih dan belum sempurnamaka
akan dikembalikan oleh seksi finisher untuk dicuci ulang.
11.
Presser (Penyetrika) Presser adalah seksi yang bertanggung jawab pada
penyetrikaan cucian yang menggunakan setrika maupun setrika pres.
E. Pengertian Guest Laundry
Guest
laundry berasal dari kata Guest = tamu dan Laundry = Cucian. Jadi Guest
Laundry adalah cucian milik tamu hotel. Atau dengan kata lain boleh
kita katakan bahwa Guest Laundry adalah cucian milik tamu – tamu hotel
di tempat kita bekerja, maupun dari tamu hotel sebelah manyebelah yang
mengirimkan cuciannya ke hotel tempat kita bekerja. Pegawai binatu yang
menangani guest laundry-pun khusus pula karena cara penanganan guest
laundry harus extra hati-hati, agar tamu jangan sampai
complain(mengeluh). Biasanya petugas-petugas pada guest laundry ini
adalah orang-orang pilihan yang sudah mempunyai reputasi baik di bagian
laundry dan berpengalaman kerja bertahun-tahun. Jam terbangnya sudah
dianggap mapan.
Adapun uraian tugas ( Job Desciption) dari masing-masing jabatan di bagian Guest Laundry adalah :
1. Guest : Tamu menelpon ke seksi laundry agar pakaiannya di cuci.
2. Laundry Order Taker: bertugas menerima pesanan dari tamu
3.
Morning Valet Boy : bertugas mengambil cucian dari kamar tamu yang
berpesan bahwa ada cucian di kamarnya untuk dicuci hari ini.
4. Checker 11. Folder/Packer
5. Marker 12. Dry Cleaner
6. Sorter 13. Dry Cleaning Operator
7. Washer 14. Dry Cleaning Presser
8.Extacter 15. Billing / Pricing
9. Dryer 16. Evening Valet Boy
10. Presser 17. Guest : Tamu yang menerima pakaian bersihnya.
Pelayanan
cucian tamu (guest laundry) di setiap hotel belum tentu sama. Hal ini
selain bergantung pada besar kecilnya hotel, juga dipengaruhi oleh
selera manjemen dalam membuat organisasi hotel. Namun pada prinsipnya
sama, yaitu memberikan memberika pelayanan cucian tamu berpedoman pada
ketentuan operasional pencucian pakaian tamu. Misalnya, One day service
yang menurut peraturan diserahkan pada pagi hari dengan batas waktu
pukul 10.00 pagi, dan akan selesai pada pukul 18.00 pada hari yang sama.
Bila tamu menghendaki pelayanan yang cepat (special service), maka
cucian tersebut selesai dalam waktu 2 jam. Pada umumnya, pencucian
ditambah biaya tambahan 50%
Langganan:
Postingan (Atom)
Blog Subscription
Search this blog
Popular Posts
-
A. Jenis dan Fungsi Peralatan di laundry 1. jenis dan fungsi peralatan manual peralatan manual adalah peralatan yang pemanf...
-
Ruang Lingkup Tugas dan Tanggung Jawab Seksi Porter Porter sering juga disebut Concierge atau Uniformed Service. Pada hak...
-
A. Pengertian Laundry Laundry merupakan suatu bagian dari departemen housekeeping yang bertugas dan bertanggung jawab untuk memperoses...
-
A. Pengertian 1. Pelayanan Secara etimologis, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Dahlan, dkk.,) menyatakan pelayanan ialah ”usaha melayani k...
-
Secara praktis penggolongan hotel menurut jenis tamu yang menginap dibedakan atas dua penggolongan yaitu hotel bisnis (business hotel) dan ...
-
Pengertian Front Office Departemen Kantor depan merupakan departemen yang bertanggung jawab atas penjualan kamar hotel berdasarkan ...
-
Pengertian Room Attendant dalam Pelayanan Seksi kamar (room section) merupakan bagian yang bertugas dalam hal pemeliharaan kamar–...
-
Secara umum hotel berbintang lima biasanya memiliki 9 Departemen, antara lain sebagai berikut : 1. Front Office Departm...
kunjungi juga Blog Teman2ku APH ;)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.



